Rindu...
rindu dalam diam,
membawa seribu rahsia
sejuta impian,
segunung harapan,
mengapa?
mengapa aku masih tidak mengerti?
atau aku hanya dibohongi hati...
yang masih tidak dapat menerima hakikat ini,
rindu....
rindu yang tak seharusnya ada!
Pedih yang menyiat-nyiat hati luka yang tiada penawar, ...
biar seribu tahun aku menanti namun yang didamba tak mungkin kumiliki
Dunia yang berbeza tak mungkin bersatu
kerna,
alam yang fana ini tak mungkin akan mengizinkan
biar waktu terhenti
biar dunia hancur ditelan galaksi
rindu ini tak mungkin hilang!
adakah aku gila?
gila kerana mencintainya,
gila kerana mendambakannya
dan hanya aku dan aku saja yang tahu
menanti dan menanti jawapan yang tak mungkin akan ku terima
yang tak mungkin akan hadir
dalam diam,
dalam keheningan malam
dan aku hanya disitu
menanti....
hingga aku sendiri tidak tahu,
bila akan berhenti
rindu........
Saturday, January 19, 2008
Rindu
Posted by
Qistina Zaini
at
6:32 PM
0
comments
Bibir tersenyum hati menangis
Bibir yang mengukir senyum tapi hati menangis
Bait-bait kata luka pedih dihati tiada siapa tahu
Senyuman yang menangis tiada yang melihat
Senyumlah hati!
Sepi, hampa
Sampai bila?
Bibir yang tersenyum
Hati…
Kelam…kusam
Tiada siapa tahu
Tiada siapa dapat melihat
Di lorong yang paling dalam
Gelap…
Tiada sinar yang dapat menembusi
Titik-titik hitam
Melakar bibit-bibit duka…
Tiada penawar…
Surya…
Segeralah muncul…
Perlihatkan wujudmu…
Agar hati dapat tersenyum kembali…
Posted by
Qistina Zaini
at
6:28 PM
0
comments
kelu
kelunyaku untuk bicara
dihadapan mereka,
aku tak bisa
aku tak tahu
patah-patah kata itu tiada terluah
hanya degusan nafas resah
kedengaran...
aku tak bisa bicara
melepas keraguan mereka, aku tak bisa!
hampir hancur aku ditelan mereka
hampir mati aku dihimpit mereka
aku tak bisa
mencari keberanian itu aku tak tahu,
kebenaran untuk meluahkan
perasaanku....
pandangan mereka....
kutukan mereka
tiada aku mengerti
tiada aku bisa
mengungkap tirai besi bibirku ini!
melepas selimut duri lidahku ini
aku tak bisa
Posted by
Qistina Zaini
at
6:28 PM
0
comments
Amirul Khirana
Amirul Khirana
Amirul khirana,
wajahmu bersih ibarat kain putih
matamu....
sinarnya menyejuk hati yang gelora
hidung mancungmu menyimpan rahsia wujudmu
Amirul Khirana,
duduknya kau disitu....
ibarat petanda akan lahirnya
seorang wira,
seorang penyelamat bangsa
dan
seorang pencinta abadi
Amirul Khirana
hatimu selembut sutera
hatimu putih!
seputih salju pagi
Amirul Khirana
jauhilah dirimu dari api noda dunia
Amirul Khirana
Bataslah dirimu dari godaan syaitan durjana
Amirul Khirana
jagalah dirimu
lindungilah wujudmu
lindungilah duniamu
Supaya, kau tetap suci
supaya tiada setitispun lumpur dunia yang bisa
mengotori jiwa murnimu
Amirul Khirana
kau harapan
kau impian
Biarkan hanya kata-kata suci bermakna lahir dari bibir munggilmu
biarkan kemewahan dunia pergi kerna itu
bukan abadi
Amirul Khirana
Posted by
Qistina Zaini
at
6:26 PM
0
comments
Manusia
Manusia
Manusia kau sering terlupa
Telupa akan erti hidup mu
Terlupa akan erti kemanusiaan
Terlupa akan maksud kewujudan mu
Keghairanmu mengejar dunia,
Membuatkau lupa, alpa
Kau lupa pada saudara-maramu
Kau lupa pada insan disekelilingmu
Kau lupa pada usia yang semakin meningkat
Kau lupa pada amal ibadatmu
Kau lupa,
Kau lupa pada TUHAN
Manusia,
Tanpa kau sedari kau telah pergi…
Pergi jauh meninggalkan dunia
Kau pergi tanpa kau sedari…!
Dalam sekelip mata kau hilang segalanya
Dalam sekelip mata keindahan dunia lenyap dari pandanganmu,
Kau menangis,
Tapi untuk apa?
Kau meratap
Tapi untuk siapa?
Penyesalanmu sudah terlambat
Pada siapa ingin kau ingin meminta…
Pandanganmu kosong!
Ratapanmu sayu…
Tangisanmu pilu!
Tiada siapa yang bias mendengarmu
Tiada siapa yang bisa melihat kehadiranmu
Hanya kau disitu
Menatap sayu insan-insan di sekelilingmu….
Menatap sayu sekujur tubuh kaku disisi mereka
Tapi?
Tapi itu tubuh siapa?
Itu kau!
Itu kau! ! !
Tubuh kaku itu milikmu
Kau menjeit memanggil mereka
Tapi sadarlah…
Mereka tidak bisa mendengar apalagi melihatmu…
“Hey aku disini, lihatlah aku. Aku disini pandanglah aku”
Tiada gunanya kau menjerit!
Tiada gunanya kau meminta! ! !
Percuma saja kau mencuba…
Kau bukan lagi sebahagian dari mereka…
Mereka hanya bisa memandang sekujur tubuh kaku itu saja,
Kau hanya berdiri disitu..
Menantia apa atau siapa..,
yang akan menjemput mu pulang
pulang
Pulang keasal mu.
Posted by
Qistina Zaini
at
6:24 PM
0
comments
erti hidup
erti hidup
kesusahan membuatkan aku lebih mengerti
akan erti hidup ini
aku mengerti
mengapa hidup tidak selalunya senang,
tidak mudah untuk di susuri
aku mengerti kini
segala dugaan hidup
punya erti tersediri
punya maksud
dan
aku mengerti hidup bukan hanya bergembira
hidup juga ada sedihnya
ada dugaan
sering kali kita melupakan erti hidup
erti hidup yang sebenar
dugaan yang dilalui
membuat kita lebih dewasa
lebih kuat untuk mengharungi masa depan
gelap mahupun cerah..
itulah realitinya
hidup bukan hanya bergembira
Posted by
Qistina Zaini
at
6:21 PM
0
comments
Beda antara kita
Beda antara kita...
hanya kita tahu,
kekuatan kita
kelemahan kita
manusia,
ciptaan tuhan
punya beda
tiada yang sama antara kita
hanya beda yang terlihat
beda kau dan aku
disegenap sudut
disegenap arah
hanya beda!
Posted by
Qistina Zaini
at
6:20 PM
0
comments
