CLICK HERE FOR THOUSANDS OF FREE BLOGGER TEMPLATES »

Sunday, February 24, 2008

ME


I love my life! !
I love my books! !
I love my radio! ! !
AND
I love my freedom! !

I hate people who destroyed my life! ! !
I hate people who destroyed my books! ! !
I hate people who destroyed my radio! ! !
I hate people who destroyed my freedom! ! !
AND
I hate people who hate me! ! ! ! ! ! ! ! ! ! ! ! ! !

Qistina Zaini

LOVE?


He makes me laugh,
He makes me angry
He makes me cry

Is that love?

Sometimes I love him
Sometimes I hate him

Every time I look at him
That feeling come
Angry, happy
Come together…

Every time I see him
I smile…
My face blushing
And I don’t know why

Is that love?

I can’t even concentrate on anything !
Even study…
Is that love?

Maybe he’s the one
The one that I’m looking for…

Maybe I love him…

I don’t know
Is that love?

Qistina Zaini

HEART OF A MIRROR

Every time “I” see people…,
“I” feel great! “I” feel happy!
“I” feel happy to be with them!
“I” can see many people with many difference characters!

When they feel sad,
“I” will feel the same...
When they are laughing,
“I” will laugh too…

But now,
“I” only a pieces of an ugly mirror,
All “my” beauty has change!
“I” can see them anymore!
“I” am alone now!
Crying alone,

Qistina Zaini

Friendship

Friendship

Friendship is love,
Without friendship love means nothing!
Without friendship love is empty…
Without friendship love is boring...!

Friendship means sharing…
People learn to share from friendship,
Share everything they have in life,

Friendship is like stars,
Even though we always see them together
Always mean to each other…
But,
Sometimes they argue!

Friendship is like flower,
Soft but strong!
Friendship is like sun,
Bright and beautiful!


Friendship is everything in life,
Life without friendship is like life without air…
Life without friendship is like eats without food
And
Life without friendship is like body without soul…

Friendship is wide!
Anybody can be our friend,
Our parents, our grandparents, our sister, our brother and even our school principal!

Friendship….
Is everything!

Qistina Zaini

Dont take him!

Please God!
Don’t take him
Please!

We love him,
We need him...

Please God!
Don’t take him

We love him
We still need him...!

Don’t take him
Please! ! !

We know that you love him
But
We love him too
We still need him

His parents need him
Please

Don’t take him...
Please God

Let us see his face again
Let us hear his voice again

Please
God!

Don’t take him...

Don’t take him!

Qistina Zaini

Saturday, February 23, 2008

CRAZY BOYS



Just like a phenomena in my school,
all of the boys are 'crazy'..........
They are always disturbing people (espeacially girls!)
Disturbing people like make stupid jokes on them............
they 'love' stupid jokes...
but i'm not...

I hate stupid jokes, for me it is just a stupid thing! ! ! ! ! ! ! ! ! ! ! ! ! !

All boys are crazy

is that right? ? ..........

Qistina zaini

A GIRL WHO LOVE HARRY POTTER

Harry Potter

The most popular character in the world,
He has many fans...!
Young, old, teenagers, babies…! Everybody likes him…!

But,

For this girl,
Harry potter is more than just a character in a novel!
He is alive for her...,
In her mind, in her heart, in her soul just harry potter!
Nothing else than harry potter,

Harry Potter!
Harry Potter!
Harry Potter!
She talks about Harry potter everyday (night and day) !
More than she talks about her study… She knows that it is wrong!
However, what can she do?
She only follows her heart…
Her feeling,

Even though she knows that all her friends think that, she is crazy,
She still the same..., nothing cannot change her mind...
She stills the same girl with her crazy heart!

Only she knows what in her hearts!

Qistina Zaini

A friend that I can't see

A friend that can’t see,
I can’t see you,
But,
Why…I can feel you?
I can feel you near me,

I can feel you
And I know you’re always here
You watching me
You can see me…

I know you had save me
You save my soul
You save my spirit
You save my life!

Why I still can’t see you?
I can’t see you!

But I know, I always love you..
I love you…!

With all my heart, I can say that I love you…
I love you so much!

Even millions people said that you’re not exist
In my heart, you’re exist...
You’re always exist,

I don’t care if people call me crazy
Because I believe in you
I believe in my love for you!

You’re a Hero
MY HERO
And always mine! ! !

I hope that I can see you...
And we will be together
One day…!

I love you…
I love you…
I will always love you!

My friend,
My hero
My love

I love you!

Qistina Zaini

Monday, February 18, 2008

Gelap,... aku menanti

Sepi,
aku seketika...

menanti cahaya itu,
mungkinkah?
akan muncul lagi...

Samar...
di tepi pelita usangku;
aku menanti
mungkinkah?

mungkinkah akan kumiliki lagi cahaya itu?

Gelap sepi aku menanti
penuh debar...
entah ada
entah tidak

mungkinkah?
mungkinkah kan ku temu lagi cahaya itu...?

Gelap!
disini aku menanti
dan
menanti...

Friday, February 15, 2008

Magic

In magic,
I found love…

Love that make me grow
Love that make me alive
Love that HE made for me
Only me

In Magic,
I found life…
Lives that make me happy
Lives that make me laugh
Lives that always me
And
Him…

In magic
I found the real me
The real! Me…

In magic,
I found heart
My heart! ! !

And I found someone,
That was made for me!

Qistina Zaini

Saturday, January 19, 2008

Rindu

Rindu...
rindu dalam diam,
membawa seribu rahsia
sejuta impian,
segunung harapan,

mengapa?
mengapa aku masih tidak mengerti?
atau aku hanya dibohongi hati...
yang masih tidak dapat menerima hakikat ini,

rindu....
rindu yang tak seharusnya ada!

Pedih yang menyiat-nyiat hati luka yang tiada penawar, ...
biar seribu tahun aku menanti namun yang didamba tak mungkin kumiliki

Dunia yang berbeza tak mungkin bersatu
kerna,
alam yang fana ini tak mungkin akan mengizinkan

biar waktu terhenti
biar dunia hancur ditelan galaksi
rindu ini tak mungkin hilang!

adakah aku gila?
gila kerana mencintainya,
gila kerana mendambakannya

dan hanya aku dan aku saja yang tahu
menanti dan menanti jawapan yang tak mungkin akan ku terima
yang tak mungkin akan hadir

dalam diam,
dalam keheningan malam
dan aku hanya disitu
menanti....

hingga aku sendiri tidak tahu,
bila akan berhenti

rindu........

Bibir tersenyum hati menangis

Bibir yang mengukir senyum tapi hati menangis
Bait-bait kata luka pedih dihati tiada siapa tahu
Senyuman yang menangis tiada yang melihat

Senyumlah hati!
Sepi, hampa
Sampai bila?

Bibir yang tersenyum
Hati…
Kelam…kusam
Tiada siapa tahu
Tiada siapa dapat melihat

Di lorong yang paling dalam
Gelap…
Tiada sinar yang dapat menembusi
Titik-titik hitam
Melakar bibit-bibit duka…

Tiada penawar…

Surya…
Segeralah muncul…
Perlihatkan wujudmu…

Agar hati dapat tersenyum kembali…

kelu

kelunyaku untuk bicara
dihadapan mereka,
aku tak bisa

aku tak tahu
patah-patah kata itu tiada terluah
hanya degusan nafas resah
kedengaran...

aku tak bisa bicara
melepas keraguan mereka, aku tak bisa!

hampir hancur aku ditelan mereka
hampir mati aku dihimpit mereka

aku tak bisa
mencari keberanian itu aku tak tahu,
kebenaran untuk meluahkan
perasaanku....
pandangan mereka....
kutukan mereka

tiada aku mengerti
tiada aku bisa
mengungkap tirai besi bibirku ini!
melepas selimut duri lidahku ini

aku tak bisa

Amirul Khirana

Amirul Khirana

Amirul khirana,
wajahmu bersih ibarat kain putih
matamu....
sinarnya menyejuk hati yang gelora
hidung mancungmu menyimpan rahsia wujudmu

Amirul Khirana,
duduknya kau disitu....
ibarat petanda akan lahirnya
seorang wira,
seorang penyelamat bangsa
dan
seorang pencinta abadi

Amirul Khirana
hatimu selembut sutera
hatimu putih!
seputih salju pagi

Amirul Khirana
jauhilah dirimu dari api noda dunia
Amirul Khirana
Bataslah dirimu dari godaan syaitan durjana

Amirul Khirana
jagalah dirimu
lindungilah wujudmu
lindungilah duniamu

Supaya, kau tetap suci
supaya tiada setitispun lumpur dunia yang bisa
mengotori jiwa murnimu

Amirul Khirana
kau harapan
kau impian

Biarkan hanya kata-kata suci bermakna lahir dari bibir munggilmu
biarkan kemewahan dunia pergi kerna itu
bukan abadi

Amirul Khirana

Manusia

Manusia

Manusia kau sering terlupa
Telupa akan erti hidup mu
Terlupa akan erti kemanusiaan
Terlupa akan maksud kewujudan mu

Keghairanmu mengejar dunia,
Membuatkau lupa, alpa
Kau lupa pada saudara-maramu
Kau lupa pada insan disekelilingmu
Kau lupa pada usia yang semakin meningkat
Kau lupa pada amal ibadatmu
Kau lupa,
Kau lupa pada TUHAN

Manusia,
Tanpa kau sedari kau telah pergi…
Pergi jauh meninggalkan dunia
Kau pergi tanpa kau sedari…!

Dalam sekelip mata kau hilang segalanya
Dalam sekelip mata keindahan dunia lenyap dari pandanganmu,

Kau menangis,
Tapi untuk apa?
Kau meratap
Tapi untuk siapa?

Penyesalanmu sudah terlambat
Pada siapa ingin kau ingin meminta…

Pandanganmu kosong!
Ratapanmu sayu…
Tangisanmu pilu!

Tiada siapa yang bias mendengarmu
Tiada siapa yang bisa melihat kehadiranmu
Hanya kau disitu
Menatap sayu insan-insan di sekelilingmu….
Menatap sayu sekujur tubuh kaku disisi mereka
Tapi?
Tapi itu tubuh siapa?



Itu kau!
Itu kau! ! !

Tubuh kaku itu milikmu
Kau menjeit memanggil mereka
Tapi sadarlah…
Mereka tidak bisa mendengar apalagi melihatmu…

“Hey aku disini, lihatlah aku. Aku disini pandanglah aku”
Tiada gunanya kau menjerit!
Tiada gunanya kau meminta! ! !

Percuma saja kau mencuba…
Kau bukan lagi sebahagian dari mereka…
Mereka hanya bisa memandang sekujur tubuh kaku itu saja,


Kau hanya berdiri disitu..
Menantia apa atau siapa..,
yang akan menjemput mu pulang
pulang

Pulang keasal mu.

erti hidup

erti hidup

kesusahan membuatkan aku lebih mengerti
akan erti hidup ini
aku mengerti
mengapa hidup tidak selalunya senang,
tidak mudah untuk di susuri

aku mengerti kini
segala dugaan hidup
punya erti tersediri
punya maksud
dan
aku mengerti hidup bukan hanya bergembira

hidup juga ada sedihnya
ada dugaan
sering kali kita melupakan erti hidup
erti hidup yang sebenar

dugaan yang dilalui
membuat kita lebih dewasa
lebih kuat untuk mengharungi masa depan

gelap mahupun cerah..
itulah realitinya
hidup bukan hanya bergembira

Beda antara kita

Beda antara kita...
hanya kita tahu,
kekuatan kita
kelemahan kita

manusia,
ciptaan tuhan
punya beda

tiada yang sama antara kita
hanya beda yang terlihat

beda kau dan aku
disegenap sudut
disegenap arah

hanya beda!

Sunday, November 25, 2007

pecundang bisu

kau!
pecundang!
siapa kau? ...

lihatlah dirimu,
betapa lemahnya kau
hai pecundang bisu

bukalah pintu itu...
benarkan sinar surya menyinarimu
biarkan surya menerlusi hari pagimu
dan
biarkan ia menjadi penyuluh kelam malammu

pecundang!
siapa dirimu
tunjukkan wujudmu
agar aku bisa mengenalmu

hai...pecundang bisu,
pecundang tak bernama?

lemah sungguh dikau
hai pecundang

hiasilah hari-harimu
dengan bunga-bunga seri indah pelangi
harumilah harimu dengan haruman kasturi kekal abadi

hai....
pecundang tak bernama

Qistina Zaini

Monday, October 15, 2007

~ PEMERGIAN (AMINUDDIN) ~

13 SEPTEMBER, ya. Aku masih ingat, tapi aku tak faham.Aku tak mengerti apa sebenarnya yang berlaku. Mengapa? Mengapa dia? Dia pergi terlalu awal. Aku. aku tak dapat terima. Arghh aku tak tahu. Mengapa mesti dia dan..bukan orang lain. Aku tak mengerti. Yang aku tahu semua bermula pada pagi itu.Ya. Pagi itu,

“Sher, kau tak dengar berita?” Berita? Berita apa pula.

“Berita apa, Ribby? Gosip-gosip aku tak nak dengar ok. Dahlah dekat bulan Ramadhan.” Ye la, Ribby ni kalau satu hari tak gosip tak sah.

“Tolong sikit bukan gosiplah, kau kenalkan Aminuddin?” Aminuddin? Mestilah satu sekolah masa sekolah rendah dulu.

“Aminuddin kelas 4ST ke? Kalau yang tu kenal sangatla, kenapa?”

“ Dia kemalangan jalan raya.” Ya Allah

“Apa dah jadi dengan dia? Macam mana boleh kemalangan? Dia selamat tak? Dekat mana?” Aku terkejut sangat.

“Wei satu-satulah, ingat aku mesin ake. Dia kemalangan motor tapi tak taulah macam mana kejadiannya, Dekat Taiping dan keadaan dia emm” ish apa diam ni orang dah suspend dah ni.

“keadaan dia macam mana?! Amin macam mana?! Selamat tak haa.?”

“keadaan dia kritikal, braindeath.” Braindeath! Kegagalan otak.

“ Dia cuma ada 30% saja untuk terus hidup.” Tersentap jantung aku mendengar berita buruk yang tak pernah aku jangka.

Dari hari itulah bermulanya detik-detik sukar dalm hidup aku dan teman-teman lain.

~ * * * * * * * ~

“Sherina, kau tak pergi ziarah Amin ke?”

“Tak tau lah lagi Ribby, sebab kereta rosak hantar bengkel. Mungkin lusa baru boleh pergi.”

“Sher, lusa 13 september kan? Ok juga dah puasa, Kita boleh pergi lepas sekolah. Apa kata kita ajak kawan-kawan lain. Mungkin ada yang nak pergi”

“Mestilah by, mesti ramai yang nak pergi.Amin tukan banyak kawan.”

“Sher, apa kata kalau kita cadangkan dekat pengetua suruh dia buat majlis bacaan yassin untuk Aminuddin, mungkin boleh membantu.Selain tu juga kita boleh buat kutipan derma untuk keluarga dia. Macammana bernas tak?”

“Ok juga tu by. Bila nak cakap dekat pengetua?” tak sabar aku.

“Apa kata lepas ziarah dia nanti.”

“Ok juga tu, nanti kita pergi sama-sama.”

Mintak-mintaklah kereta siap cepat boleh pergi cepat. Lagipun mak dah janji nak bawa pergi ziarah Amin.

Makin lama aku makin kesian kat Amin. Macam mana la keadaan dia kat hospital tu.

Kesian, sedih semua ada!

Seharian disekolah aku jalani dengan suasana sedih tak macam selalu. Tiba-tiba semua orang jadi macam zombie.

Pembelajaran pun jadi tak menarik.

Tak tahulah kenapa. Hujan renai-renai, langit gelap macam ada perkara buruk akan terjadi mungkin lebih buruk dari peristiwa kemalangan Aminuddin.

Aku harap sesi pembelajaran hari ni habis awal. Takde mood langsung nak belajar.

Semua orang diam jer.

Tak de lawak bodoh Hazimi, tak de gelak tawa Husni ataupun leteran cikgu Ramlah. Semua tu macam dah lenyap.

Dunia pula ibarat neraka .

~ * * * * * * * ~

“Mak! lusa jadi kan pergi melawat Amin?”

“Insyaallah, kalau ada rezeki mesti dapat pergi.” Ni tak best ni macam tak pasti jer lagi,

“Mane boleh macam tu kata hari tu dah janji, mesti pergi jugak.Tak kira.Sher nak pergi jugak.

“yelah-yelah lusa kita pergi, berapa ramai nak tumpang. Jangan ramai sangat nanti susah nak control.”

“Mak tak payahlah risau dalam empat orang je”

“Sape yang nak pergi?”

“Ribby, Gina, Meila dan Linda. Jangan risau diorang tu tak banyak kerenah dan tak suka buat masalah.Tak de seorangpun yang pandai bercouple so Mak tak payah lah risau kalau diorangtu nak timbulkan apa-apa masalah nanti.”

“Kalau Sherina sendiri dah kata macamtu takpelah, jadi pergi lusa, cakap kat diorang tu siap awal dalam pukul 3.30ptg kita bertolak.”

“Mak diorang kata kalau pasal kos jangan risau sebab nanti diorang bayar duit minyak, Rm10 seorang.”

“Ish Sher ni Mak tak mintak bayaran. Lagipun kan kita nak pergi melawat orang sakit dapat pahala tau. Ni mesti Sher yang suruh ni”

“Tak la mak” apa pul tuduh-tuduh orang.”

“Kalau macam tu cakap kat diorang tak payah bayar. Mak belanja ok”

“Ok lah Mak, Sher nak tidur laa dah mengantuk sangat.”

~ * * * * * * * ~

“Sher dah confirm ke besok jadi kan?” Gina ni tak sabar-sabar la

“Jadi la Gina, jangan lupa pulak bagi tau dekat Linda dan Meila.Kalau Ribby nanti Sher yang bagitau kami kan satu kelas.”

“Harap-harap sempatlah pergi tengok dia, Risau aku!”

“Kenapa pulak tak sempat besok jer lagikan lagipun kau nak kemana? Sampai tak sempat pulak. Kau tak pergi mana-mana kan nanti sibuk pulak aku nak cari orang lain ganti tempat kau.”

“Bukan aku yang nak pergi mana-mana.”

“pastu apa pulak kau ni suka cakap berbelit-belit la susah aku nak faham” apa pulak yang si Gina ni cakap aku pun tak faham tak sempat apenyer besok je kan tak lama pejam celik pejam celik dah besok. Tak sampai berapa jam pun.

“Kau tau kan Aminuddin tu dah nazak mana tau dia….”

“Dia takkan mati la!!!. Tolonglah jangan cakap macam tu lagi. Dia mesti ok punya.”

“Kalau ya pun jangan la marah”

“Kau pun janganlah cakap mengarut.”

“Ok, ok jom masuk kelas.”

“Jom”

~ * * * * * * * ~

“ Hey Ribby, apahal nie, nangis yer?”

“Happy la sikit petang ni kan nak pergi melawat Amin” ape kena semua orang kat dalam kelas ni, mata merah macam menangis jer.

“Sher, kita takkan pergi petang tapi pagi ni dan bukan kat hospital tapi kat rumah dia”

“Oh dia dah balik la, dia dah sembuh la kan?”

“Bukan Sher, bukan dah sembuh tapi dia dah meninggal dunia dan jenazahnya akan dikebumikan hari ni juga”

“No!, no it cant be. Dia tak mati lagi kan. Mustahil dia belum mati lagi, belum,belum korang tipu dia hidup lagi. Ribby kau tipu kan dia belum mati korang tipu!!!”

Mati belum! Dia belum mati lagi semua orang tipu. Aku dapat merasa air hangat merembes laju ke pipi.

Semua ni mimpi je kan dan bila aku bangun dia masih hidup.

Tapi kenyataan nya beda.

Dia dahpun meninggal dunia

~ * * * * * * * ~

Walaupun dah sebulan Amin pergi namun kesedihannya masih tersisa.

Pada pagi syawal yang mulia ini aku harap dia bergembira dan tenang bersamaNYA

Semoga Rohnya disemadikan bersama-sama orang yang soleh dan solehah

Al-Fatihah

~ TAMMAT ~

~ PERGOLAKAN ~


Aku dah lali dengan semua nie. Lali. Kalau nak ikutkan hati dah lama aku lari , tapi kemana? kemana boleh aku lari?. Semua ni macam dah sebati dengan aku. Dari awal aku masuk sampai sekarang aku macam tak boleh lari dari semua tu. Bosan. Aku memang dah bosan. Bosan sangat!!!

“Faz kau tak perasan ke, semua ni macam sesuatu yang dirancang?” Maz hanya berdiam sambil mengangguk-ngangguk tanda setuju.

“Aku tak tahu lah tapi nampak sangat macam ada orang yang nak kenakan kita.” aku setuju dengan Faz. Semua yang terjadi macam ada yang dengki.

“kita cuma pelajar tak mampu untuk buat apa-apa.” jawabku sedikit kesal.

“Tapi, bukan semuanya salah kita. Kita tak patut dipersalahkan. Aku tak puas hati dengan semua ni. Harga diri kita diinjak-injak macam tu je.”

“Ya bukan semua salah kita, walaupun ada segelintir kawan-kawan kita buat kesalahan tapi mereka boleh berubah bukan?” Aku menjawab dengan penuh mengharap. Mengharap yang satu hari nanti semua masalah ni akan pergi.

Susah kita nak ubah orang sebelum kita ubah diri sendiri dulu, mereka memang boleh berubah tapi kalau dihina tiap-tiap hari macam mana hidayah tu nak masuk, hati panas tiap hari macam mana nak berubah jadi lebih baik” Faz nampaknya sudah tidak mampu bersabar, begitu juga aku.

“Memanglah menjadi guru itu susah berhadapan dengan beratus murid, berbagai kerenah yang perlu dihadapi, Itu aku memang tak nafikan. Aku cuma rasa terkilan dengan segelintir guru yang tak ambil endah dengan suara-suara kita sebagai pelajar” Aku lihat wajah Faz merah dek marah.

“Faz, bas dah sampai aku balik dulu lah ye” Faz menganguk. Aku rasa tak tenang, Aku asyik terfikirkan masalah tu saja, aku, aku rasa macam semua ni takkan hilang dari aku.

Pening aku dibuatnya, bukan mudah nak bersihkan semula sesuatu yang dah kotor, dah tercemar. Kerana nila setitik rosak susu sebelanga.

Aku dah bosan dengan semua ni, bosan sangat. Bosan dengan leteran bosan dengan cacian. Aku tak nafikan aku pernah buat kesalahan tapi aku cuma seorang remaja yang tak lepas dari mambuat kesilapan.

Tak boleh ke mereka lupakan semua yang buruk dan ambil yang jernih. Bukan aku tak pernah buat baik, cuma tak ada sesiapa yang menghargai. Aku bukan nak orang puji atau lambung aku. Aku Cuma nak mereka tahu yang aku dan kawan-kawan taklah seteruk dan sehina yang disangka.

~ * * * * * * * ~

“Cikgu, cikgu kena faham bukan semua yang buat salah tapi segelintir saja. Cikgu tak patut tuduh kami macam tu” aku cuma nak bersihkan nama kelas aku saja.

“Eh, kamu ni siapa nak ajar-ajar saya. Kalau perangai dah teruk tu teruk juga tak payah nak nafikan” Aku terkedu, aku pandang wajah Faz mengharapkan sokongan.

“Kami bukan nak ajar cikgu atau nak kurang ajar. Kami cuma nak tegakkan hak kami sebagai pelajar dan hak kami sebagai manusia. Kami rasa tak salah kami nak pertahankan maruah kelas dan guru kelas kami sendiri.” Faz menjawab dengan tenang.

“ Kalau kamu nak pertahankan maruah kelas kamu, kenapa kamu sembunyikan maklumat pesalah daripada saya. Kamu bersubahat dengan mereka itu kamu anggap mempertahankan maruah? Sedar diri sikit kamu tu cuma pelajar tak layak nak bersuara.” Apa ni? Aku tak faham, aku tak faham apa yang cikgu cakap.

“Eh apa maksud cikgu ni? Kami tak tahu sebenarnya kalau kami tahu kami pasti laporkan.” Aku menjawab dengan suara yang teragak agak kerna aku tak tahu.

“ Bohong!!! kamu bersubahat tapi berpura-pura nak pertahankan maruah kelas kononnya.” Bagi aku itu melampau aku tak terima Faz juga kelihatan marah dan tertekan.

“ Sudah!!! Saya tak nak dengar apa-apa lagi! Pergi masuk kelas !!!

pegi belajar!”.

“Tapi cikgu! Kami cuma nak cikgu tarik balik tuduhan – tuduhan yang cikgu lemparkan pada kami pagi tadi.” Faz cuba merayu.

“ Dah, dah saya tak nak dengar lagi. Pergi masuk kelas sekarang!!! Kalau kamu tak suka kamu boleh pergi pejabat ambil surat berhenti atau kamu pergi tukar sekolah lain!!!”

Aku dan Faz terus berlalu dari situ. Kami sudah tak tahan mendengar kata – kata kesat sebegitu.

~ * * * * * * * ~

“ Faziha, kau menangis ya? Aku pun sedih sabarlah. Anggaplah semua ni dugaan dalam hidup kita.” Aku cuba menenangkan Faz aku tak menyalahkan Faz kata-kata cikgu Izham tadi memang kesat.

“Macam mana nak sabar Qazrina, dia tak berhak buat kita macam ni. Dia memang tak berhati perut. Aku benci dengan perbuatan dia” aku memandang Faz, aku merasakan apa yang dia rasa.

“ Faz, dia memang macam tu tapi aku tak sangka yang dia boleh buat perkara sekejam tadi” aku tak tahu macam mana nak terangkan perasaan aku. Marah, sedih, benci bercampur baur.

Di belakang tandas perempuan inilah kami sering melepaskan perasaan, menenagkan diri dan mengubat luka. Disinilah kami mengenali hati dan diri kami dengan lebih dalam lagi.

Jika aku marah aku pasti kesini. Tiada tempat lain lagi di sekolah ini yang boleh buat aku tenang. Faz juga begitu.

“ Faz jom kita masuk kelas nanti cikgu Misha marah pulak, ni kan waktu pelajaran Matematik. Mengamuk pulak dia nanti” aku mengajak Faz pulang ke kelas aku tak mahu kalau nanti ini digunakan untuk menghina kelas kami, nanti dikira kami ponteng kelas pula. Walaupun sukar aku meninggalkan suasana yang sebegini tenang. Aku gagahi juga.

“ Baiklah, masuk kelas. Nanti orang fikir apa pula.”

~ * * * * * * * ~

“ Eh tukan Naema, yelaa aku lupa pula dia kan dah nak pindah”. Ish macam mana la aku boleh lupa. Ingat nak beli hadia farewell.

“Hari ni ke? Aku betul-betul tak ingat, jom tegur dia”

“Naema nak pindah dah ke?” aku meminta kepastian

“Haa, datang ni nak pulangkan buku SPBT dekat Cikgu A’qil sebelum pindah mesti pulangkan buku-buku ni takut lupa pulak kalau tangguh.” Betul tu kalau lupa hantar mesti kena marah dengan Cikgu A’qil.

“Naema datang dengan siapa? Mak ke? Faz dengar Naema nak duduk dengan mak Naema dekat Skudai betul ke?.”

“Betul, tapi hari ni ayah yang ambil dan hantar sampai Kuala Kangsar lepas tu naik bas. Mak ambil dekat stesen bas Skudai.”

“Ohhh lepas ni dah tak nak datang sini dah ke?” aku cuma nak tahu je.

“Mesti laa datang Qaz, tapi Qaz dengan Faz mesti telefon paling kurang pun hantar surat tak la terputus hubungan nanti.” Semestinya .

“Naema nak bertolak pukul berapa?”

“Nak pergi dah la ni. Kirim salam dekat semua ok. Tak sempat nak jumpa satu-satu.”

“Ok, jangan lupa telefon Qaz ok, Faz pun tau, Naemah ada nombor telefon kami kan? Kalau tak pun hantar e-mail ok.”

“Mesti lah ada, nanti Naemah telefon ataupun e- mail jer. Oklah Naemah pergi dulu ayah dah panggil tu. Ok Naema pergi dulu.”

Sedih pulak bila Naema dah tak ada, sunyi sikit kelas.

~ * * * * * * * ~

“ Helo, Faziha ada?”

“Haa Faz la ni, Qaz kan, kenapa? Malam-malam telefon ada hal penting ke?”

“Tak la ni ha pasal Cikgu Izham tadi ada apa-apa cadangan nak buat kat dia. Ingat nak pecahkan jer tayar kereta dia. Mesti best kan?” Aku memang marah dengan cikgu sorang ni.

“Pecah tayar kereta? Tak payah laa nanti kena tangkap susah kita” betul jugak cakap Faz kena tangkap naya je.

“Betul juga tapi macam mana kita nak ajar cikgu sorang ni?” Aku membalas dengan nada geram, bukan marah kat Faz tapi Cikgu Izham.

“ Nanti dia akan belajar sendiri, dunia ni macam roda sekejap kita ada di atas sekejap kita ada di bawah. Tuhan tu adil Qaz. Biarkan. Kita tengok berapa lama orang boleh tahan dengan perangai dia yang macamtu.”

“Betul tu, takkan ada orang yang boleh tahan dengan perangai sombong macam tu. Tak nak dengar pendapat orang langsung.”

“Satu hari nanti dia akan tahu juga. Satu hari nanti akan bertemu buku dengan ruas”

“oklah Faz, jumpa dekat sekolah esok.” Aku pun dah mengantuk, besok nak pergi sekolah pulak.

“Ok, jumpa esok. Assalamualaikum”

~ * * * * * * * ~

“Qaz, ada berita gembira,” wajah Faz kelihatan riang sekali. Tapi kenapa pula. Rasa janggal pula selalunya pagi-pagi pasti ada saja yang tak kena. Budak lelakilah macam – macam lagi

“ada apa? Ni senyum sampai ke telinga.”

“Mestilah, you know what. He got transferred. I’m so happy.” Wow speaking nampak. Jarang aku dengar Faz cakap bahasa Inggeris.

“Who?” hmm aku pun tak kurang hebatnya.

“That jerk of course!” siapa ni ha aku masih tak faham.

“tak payahlah teka-teki lagi, sapa yang kena transfer tu.”

“Well cikgu Izham dah kena transfer dan sebabnya ada parents yang dah mengadu dekat Ketua PPD, En Mohd Bazli Anas and dia dah pun ambil tindakan. Dan yang lebih mengejutkan dan bakal menjadi buah mulut satu sekolah ialah dia akan dipindahkan jauh dari sini. Maybe dekat Sarawak.”

“Wow that’s great, emm tu je ke berita gembira hari ni” aku tak sabar nak dengar kalau ada berita gembira lain.

“Mestilah, pihak sekolah akan menarik balik tuduhan keatas kelas kita. Dan aku pasti tak ada satu orang pun yang akan pandang rendah dekat kita dan kelas kita lagi. I am very very sure!”

“Syukur Alhamdulillah,tak sia-sia usaha kita selama ni, aku yakin berani kerana benar takut kerana salah. Alhamdulillah, Allahuakbar!!!.”

ALLAHUAKBAR!!!

Terima kasih Ya Allah, sampai juga saat kemenangan yang aku nanti-nantikan. Semoga kemenangan ini akan menjadi titik permulaan buat kejayaan kami yang akan datang, AMIN

~ TAMMAT ~